Tingkatkan Kualitas Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026: Desa Saenam Gelar Musdes Rembug Stunting

Jan Christian
3 Min Read

Besorahnews.id (4/7/2025) Dalam upaya menanggulangi dan mencegah meningkatnya angka stunting di Desa Saenam, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, pemerintah desa setempat melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta kelompok masyarakat yang peduli terhadap isu stunting. Kepala Desa Saenam, Fransiskus Xaverius Nofu, mengungkapkan pentingnya forum ini sebagai salah satu langkah strategis dalam perencanaan pembangunan desa.

Kegiatan Musdes Rembug Stunting menjadi momen krusial untuk menyerap dan menyepakati berbagai usulan kegiatan dari masyarakat terkait Pelayanan Sosial Dasar (PSD). Diskusi dalam forum ini difokuskan pada intervensi yang bersifat sensitif dan spesifik dalam penanganan serta pencegahan stunting. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga, Musdes ini memastikan bahwa semua suara didengar dan diakomodasi dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih baik. Dalam pelaksanaan Musdes yang dipimpin oleh ketua BPD Desa Saenam, berbagai usulan prioritas telah berhasil disepakati. Hasil dari rembukan ini akan menjadi acuan utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2025.

Usulan yang dihasilkan dari Musdes Rembug Stunting merupakan usulan super prioritas tanpa perlu dirundingkan lagi. Ini berarti, usulan tersebut otomatis akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2026, yang akan ditetapkan pada bulan November 2025. Menurut Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Miomaffo Barat, Frederikus Bria, pelaksanaan Musdes Rembug Stunting tidak hanya dilakukan di Desa Saenam tetapi juga akan diperluas ke seluruh desa di kecamatan tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas penggunaan dana desa pada tahun 2026, terutama di sektor Pelayanan Sosial Dasar.

Dengan pendekatan ini, diharapkan alokasi dana desa dapat lebih efektif dan efisien, serta sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Kegiatan Musdes Rembug Stunting di Desa Saenam menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan, khususnya masalah stunting. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan langkah-langkah yang diambil akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan dana desa secara bijaksana adalah kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Mari kita dukung semua upaya ini agar generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan sejahtera. (cr)

Share This Article
Tidak ada komentar