Kemendes PDTT Luncurkan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Karawang, Tegaskan Komitmen Wujudkan Desa Tangguh Iklim

adminbesorah
2 Min Read

Karawang, BESORAHNEWS.ID – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memperkuat komitmennya dalam membangun desa tangguh terhadap perubahan iklim di seluruh Indonesia. Hal ini ditegaskan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, dalam peluncuran Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) yang digelar di Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Sabtu (28/6/2025).

Peluncuran IRID menjadi langkah awal dalam upaya memperkuat program Desa Berketahanan Iklim dan Desa Berketahanan Pangan, yang dirancang sebagai respon nyata atas meningkatnya ancaman perubahan iklim di tingkat lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa, Verrell Bramasta—yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI—serta Wakil Bupati Karawang dan para kepala desa dari seluruh wilayah Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Menteri Yandri menyampaikan bahwa Kemendes PDTT tengah merancang berbagai program terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kita ingin desa-desa di Indonesia menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko iklim. Untuk itu, kami sedang menyusun kebijakan dan program yang mendukung desa dalam mengelola risiko iklim secara berkelanjutan,” ungkap Yandri.

Ia juga menyampaikan bahwa Dana Desa tahun 2025 akan diarahkan untuk mendukung kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat desa, sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Dana Desa ke depan harus bisa dimanfaatkan untuk program-program yang berdampak langsung dalam menghadapi perubahan iklim. Ini menjadi bagian dari komitmen kita terhadap pembangunan desa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bentuk konkret kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini ditutup dengan penebaran benih ikan nila di perairan Situ Cipule sebagai simbol pelestarian ekosistem perairan lokal.

Share This Article
Tidak ada komentar